STUDY OF TOFU WASTEWATER DIGESTER MODEL FOR BIOGAS PRODUCTION BASED ON REDUCED TIME

digesterAgricultural engineering have a knowledge to use renewable alternative energy and environmentally rounds. Biogas is one of renewable energy. Tofu industry produce wastewater where it can be used to produce biogas. The aims of this research : 1). Find the optimum retention time for biogas production with batch digester and continuous digester, 2). Find the parameter of design model to basic design of digester. Optimum retention time knowing used digester scale models laboratory from plastic bottle 1,5 liter. Wastewater where used in this research come from Tahu Kita’s industry. The design parameter: Optimum retention (Hydraulic Retention Time), Biogas yield production, width area, depth and liquid volume. The Tahu kita’s wastewater characteristics are: pH =4,5; Temperature =300C, Biological Oxygen Demand (BOD)=2,928 mg/liter; Chemical Oxygen Demand (COD)=24.000mg/liter and Total Solid Suspension (TSS) = 364 mg/liter. The result of optimum retention time of batch digester is 16th day, and the maximum retention in 32th day. The accumulation Biogas yield batch digester production in the 16th day is 3649,32 N/m2. The result from continuous type digester shows the addition of new material make optimum retention time longer. To produce amount of biogas from batch digester, the continuous digester require 41 days. The observation of design parameter shows that the depth, width area and liquid volume are influential to biogas production.

Related Posts

    No related posts found

Comments

Powered by Facebook Comments

28 comments

  1. nb: ini abstrak yang belum beres translateannya .. :)

  2. begi mass,saya tuh dari jurusan Teknik Konversi Energi Politeknik Negeri Bandung,,,dalam waktu dekat ini saya akan menyusun TA (Tugas Akhir).
    Nah rencana yang akan saya jadikan TA adalah tentang biogas yang terbuat dari ampas tahu.
    beberapa pertanyaannya:
    1. Ampas yang dipakai ampas cair atau padat?
    2.cara pembuatannya?
    3.bila memakai biodigester,tolong dong saya minta lebih spesifik gambar dari biogigesternya!!
    4.jika ada perhitungannya tolong dilampirkan juga beserta rumus-rumus yang tersedia!!
    sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas perhatiannya, dan untuk balasannya ditunggu di emai saya.
    sekali lagi saya ucapkan terima kasih.

  3. @Sigit Mahendro:
    Ini yang bisa saya jawab dari pengalaman kemaren pas penelitian tentang biogas
    1. Ampas yang dipakai ampas cair atau padat?

    kebetulan yang saya pake kemaren adalah limbah cair, jadi bukan ampasnya, kalo bahasa kerennya whey.Whey adalah cairan sisa penggumpalan susu kedelai yang diendapkan menjadi tahu dengan penambahan cuka beras. Selain dengan cuka beras dapat juga menggunakan sisa whey hari sebelumnya yang sudah asam.

    2.cara pembuatannya?

    pembuatan apanya ya…?
    kalo pembuatan biogasnya, Whey atau kecutan yang sudah tidak dimanfaatkan lagi, ditampung didalam wadah yang memungkinkan untuk terjadinya proses degradasi anaerobik. Tempat terjadinya degradasi anaerobik ini biasa disebut dengan digester, kalo orang awam menyebutnya “septick tank”. Reaksi didalam digester inilah yang menentukan terjadinya biogas. Banyak sekali faktor yang menentukan dan mempengaruhi keberhasilan proses ini, penelitian saya kemaren baru sebatas lama waktu tinggal limbah cair tahu didalam digester atau Hydrolic Retention Time(HRT).
    Setelah limbah cair berada didalam digester selama waktu tertentu, menghasilkan biogas yang diharapkan memiliki kandungan methana yang akan dimanfatkan sebagai energi alternatif.

    3.bila memakai biodigester,tolong dong saya minta lebih spesifik gambar dari biogigesternya!!

    wah mas, nanya ato merintah ya…, mbok ga usah pake tanda seru, saya akan jawab kok.. :P
    penelitian saya kemaren mengenai desain model digester, jadi penggunaan model digesternya masih skala laboratorium. Kemaren saya menggunakan model yang terbuat dari bahan botol bekas air mineral 1,5 liter, botol itu saya gunakan untuk mengetahui waktu optimumnya saja. Pengukur hasil biogasnya saya menggunakan manometer U yang memanfaatkan penambahan tekanan perharinya.
    kalau untuk model digester yang skala besar silakan baca-baca mengenai “dewats” banyak sekali referensi mengenai biodigester.

    4.jika ada perhitungannya tolong dilampirkan juga beserta rumus-rumus yang tersedia!!

    Perhitungan desainkah yang anda maksud?, karena penelitian saya kemaren belum samapai pada tahap blueprint desain biodigester sesungguhnya, maka untuk perhitungan yang kemaren saya lakukan seperti ini:

    1. Perhitungan Jumlah limbah cair perharinya, Limbah ini sudah tidak termasuk limbah untuk kecutan, proses penggumpalan berikutnya. Dinyatakan sebagai debit aliran (q)
    2. Mengetahui waktu tinggal optimum limbah cair didalam digetser, Hari optimum ini diperoleh dari penelitian ini. Dinyatakan (t)
    3. Perhitungan volume digester limbah cair tahu, dengan mengalikan debit aliran perhari (q) dengan lama waktu optimum (t)
    4. Untuk desain secara detail, disesuaikan dengan keadaan perusahaan, mau model tetap ato floating. Tapi saya kemaren perhitungannya belum sampe sini sih.. :D ,banyak referensi mengenai model digester, coba kunjungi ini

    Maaf cuman bisa balas segini, semoga bisa sedikit membantu

    CMIIW

  4. dear …
    pak saya minta dikirimi desain bio degester untuk ternak sapi
    dan cara perhitungan desain pembuatannya
    thakss

    andrew:
    desain Biodigester untuk ternak sapi kebetulan saya tidak mempelajari tentang hal itu pak, namun pernah baca artikel yang membahas tentang hal ini disini pak
    Masalah perhitungan dan lain-lainnya juga dibahas disana.

  5. Halo mas,,slm kenal
    Saya fandy mhs IPB, saat ini saya sedang penelitian biogas, dengan bahan dasar limbah cair tapioka. Saya tertarik dengan penelitian yg mas lakukan, karena hampir sama. Pada penelitian saya, saya akan mencari hubungan produksi gas dengan COD,BOD dan CN removal,,serta produksi optmimunya. kalo bisa saya minta saran bwt penelitian saya. Thanks.

    andrew:
    salam kenal juga..
    Saran untuk penelitiaan, hampir sama dengan jawaban komentar sebelumnya.
    beberapa saran yang kemaren belum sempat terlaksana dan menjadi bahan koreksi adalah sebagai berikut:]

  6. Silakan menggunaan digester dengan dimensi yang lebih besar, ini terjadi pada penelitian saya kemaren, menggunakan model dengan dimensi yang kecil skala lab, sehingga hasil produksi biogas tidak dapat mewakili produksi biogas yang sesungguhnya. karena jumlah biogas yang dihasilkan sangat sedikit.
  7. Penggunaan alat ukur yang presisi. Berdasarkan hasil pengukuran tekanan hasil biogas untuk model digester yang saya gunakan kemaren, alat ukur (manometer U )yang digunakan untuk menampung biogas hasil produksi tidak mampu menahan tekanan akumulatif selama proses produksi biogas dari hasil degradasi limbah cair tahu.
  8. Pengukuran kandungan limbah sebelum digunakan sebagai bahan produksi biogas sangat penting untuk menentukan tingkat keberhasilan produksi biogas, terutama kandungan TSS(Total Solid Suspension). Untuk COD,BOD digunakan untk parameter pencemaran lingkungan, silakan dibandingkan dengan penelitian serupa yang lain, banyak sekali referensi mengenai hal ini.
  9. Misalkan serius pada desain digesternya, silakan dikaji mengenai parameter kedalaman penggenangan, luas permukaan cairan dan jumlah starter yang mungkin dapat digunakan untuk meningkatkan jumlah produksi biogas.
  10. Terimaksih mas sarannya,,,
    saya menggunakan skala lab,,dg jerigen 20 liter dan 600 liter,,kemudian kita tingkatkan skala semi pilot dg menggunakan lagoon ukuran 4×4 dengan kdalaman 3 meter.
    disini saya menggunakan kotoran sapi sebagai inokulumnya,,
    oh ya mas,,kaitannya TS, TSS dg produksi biogas apa ya?apajah terkait dengan kadar karbon sebagai sumber karbohidrat?
    apakah setelah mengukur TS kt tidak perlu mengukur TSS lagi??
    dlm penelitian saya yg saya ukur prod. biogasnya, komposisi gas, removal COD,BOD, kandungan VFA, dan TS.
    Mas saya boleh minta emailnya,,agar bisa komunikasi lebih lancar,,oh ya mas tolong di balas ke email saya ya,,Terimkasih.

  11. saya ingin tahu berapa tekanan dari biogas tersebbut, dan berapa kekuatan pipa yang harus digunakan untuk distribusi ?

    andrew:
    tekanan yang dihasilkan biogas pada saat penelitian itu sih ga seberapa, hanya diukur menggunakan manometer U saja, dan terbaca ketinggian maksimal 10cm kolom air(silakan di konvert ke Pa atau Atm sendiri :D ), untuk pipa distribusi, saya kemaren hanya sekala kecil jadi untuk kekuatan belum ada penelitian lebih lanjut…

  12. mas, saya sedang meneliti biogas dari air limbah tahu yang dicampur dengan kotoran ayam,kita tau kalo kedua bahan tersebut adalah limbah yg sangat memerlukan penanganan. penelitian dilakukan dengan 3 variasi perlakuan yang ditentukan berdasarkan kandungan bahan kering pada substrat yang akan diolah. sampai saat ini penelitian saya sudah berlangsung selama 18 hari, peralatan yg saya gunakan juga skala laboratorium, digesternya pake topless volume 2 liter. untuk mengetahui konsentrasi gas metan, sampel biogas saya ambil pada minggu pertama (hari ke 7) dan minggu ke 2 (hari ke 15) dan sudah saya uji. namun hasil pengujian menunjukkan konsentrasi gas metan sangat kecil, kurang dari 1 persen. padahal dari hasil pemantauan produksi gas cukup baik, walaupun sangat tergantung pada suhu substrat. maklum sekarang musim hujan. nah yang ingin saya tanyakan, faktor apa yang menyebabkan konsentrasi gas metan sangat kecil? apakah saya perlu uji jenis bakteri yang ada pada substrat? atas komentarnya saya ucapkan terima kasih….

    andrew:
    wah, semangat mas buat penelitiannya.. :D
    kalau konsentrasi gas metan hasil penelitian saya kemaren juga menunjukkan angka yang kecil pula, bahkan hanya 0,sekian, kecil banget, sebagai suhu limbah dan lingkungan berpengaruh terhadap produktivitas gas didalam digester, selain itu luasnya ruangan tempat untuk degradasi juga mempengaruhi. pengujian jenis bakteri sah-sah saja dilakukan, namun perlu diingat juga, tujuan dari penelitian anda itu akan mengarah kemana, misalkan ada waktu luang dan dana ya akan lebih bagus..

  13. gmn ya cr na mghitung gas metan yang terbentuk dari biogas? coz sy mo penelitian mngenai biogas trsbut tapi campuran antra ktoran ternak sapi dan lmbah cair tahu.mhon doa na ya?

    andrew:
    Cara menghitungnya bisa menggunakan Gas Chromatografi (GC), atau metode lain, kemaren saya menggunkaan jasa LPPT (Lembaga Penelitian dan Pengujian Terpadu )UGM untuk mengujikan gas hasil biogas nya, nanti hasilnya bisa dalam prosentase kadar metan dalam biogas sampel yang diserahkan.
    Yup, semoga sukses dengan biogasnya..

  14. Thanx buat infonya..

    Saya sedang mencari adakah literatur yang memberikan standar penambahan ampas/limbah (misalnya tahu, tapioka, dll) secara sedikit demi sedikit?
    Karena saya sedang membuat biogas dengan starter awal kotoran sapi, dilanjutkan dengan ampas organik. Tapi belum punya dasar sebaiknya tahapan penambahannya seperti apa? 10%, 20%, dst atau 10%, 25%, 50%.. dst ? Adakah contoh dari penelitian Anda?
    Thanx

  15. mas cara bikin manometer U gimana?? trus cara ngukurnya gimana mas mohon dijawab dengan sangat

    andrew:
    terimakasih sebelumnya sudah berkenan mampir…
    Untuk membuat manometer sederhana dapat menggunakan selang air dengan diameter tertentu, yang di posisikan seperti berikut;

    in >====== ||     ||   | |
                      ||     ||    +
    selang         ||     ||   | |
                      ||     ||    +  ------penggaris
                      ____________ air murni
                      ||     ||   | |
                       \\_ //    +
    

    pipa diisi dengan air murni dengan ketinggian yang sekiranya mampu menahan gas yang dihasilkan, gunakan air murni yang sudah diketahui berat jenisnya (rho), menggunakan penggaris untuk mencatat hasil gas, yang ditndai dengan naiknya permukaan pada sisi out selang.
    cara ngukurnya dikonversi dari selisih ketinggian (m) di ubah ke tekanan (p) dengan rumus : P = rho * g * h

  16. apa sih yang membuat air tahu bisa menghasilkan biogas?bagaimana jika dicampur dengan kotoran kambing?

    andrew:
    yang membuat air limbah tahu (kecutan/whey) dapat menghasilkan biogas adalah masih adanya kandungan karbohidrat dan protein yang terkandung dalam cairan sisa penggumpalan tahu, protein dan karbohidrat yang masih terkandung didalam cairan ini secara alami akan membusuk dan menimbulkan bau apabila dibiarkan kontak dengan udara bebas(degradasi aerobik).
    Bila dicampur dengan kotoran kambing mungkin akan menambah jumalah Gas yang dihasilkan, namun maaf kemaren penelitian saya tidak samapai pada tahap ini, bagi rekan rekan yang sudah pernah meneliti hal ini bisa membantu..

    cmiiw

  17. mas,salam kenal..
    saya mau tanya, penelitian saya bukan menggunakan limbah tahu,tapi menggunakan limbah sintetis/artifisial buatan sendiri.
    Nah yang membuat saya heran kenapa hasil COD nya bagus,pH rata2 netral, MLVSS hampir konstan, tapi ko perolehan gas metannya sangat kurang,bahkan cenderung bisa dikatakan tidak ada.Kira2 itu apa penyebabnya ya??
    Mas, saya boleh minta identitas mas ga?kaya nomor hp atau apalah,,biar lebih mudah konsultasi..
    Makasih ya mas,sebelumnya

  18. Halo Mas Andrew,
    Saya mau tanya, apakah TS, TSS itu sama dengan massa kering (berkaitan dengan istilah)….
    Karena massa kering itu substrat yang ada dalam limbah yang akan bereaksi menjadi biogas nantinya. Kalo iya boleh saya tahu berapa sih massa kering untuk limbah tahu itu, dan berapa laju pembentukan biogasnya per kilogram ini untuk saya gunakan analisis biodigester.
    Makasih Mas

  19. TSS yang dimaksud disini adalah Total Solid Suspended, atau dapat dibaca lebih lanjut disini.
    atau dalam bahasa sederhana “padatan terlarut”, materi ini yang kemaren di teliti sebagai bahan yang berpengaruh terhadap produksi biogas.
    Penelitian laoratorium untuk limbah tahu(ini spesifik untuk masing2 pabrik tahu lho..mungkin berbeda untuk yang lain)TSS: 299 mg/liter..

  20. pH untuk produksi biogas sepertinya bukan pada pH netral, namun kondisi asam yang mendekati netral (cmmiw) silakan baca disini.
    Gas yang dihasilkan pada proses biodegradasi memang tidak semuanya berupa metana (dapat 50% saja sudah untung), walaupun dalam teorinya bisa sampai 60%

  21. Ok Mas Andrew, tx banget informasinya. Ada satu lagi data yang saya butuh mengenai laju pembentukan biogas dari limbah tahu secara teoritik (contoh: dari 1 liter limbah tahu dapat menghasilkan xxx liter biogas, atau dari penurunan COD per gramnya dapat menghasilkan xxx liter biogas). Apa Mas punya referensi mengenai ini? kalau ada boleh nda saya minta, karena saya butuh banget buat selesaiin skripsi saya.

    Terima Kasih atas informasinya

  22. helo git pakabar? kebetulan ane juga mu segera TA masalah biogas, kayanya kemaren kita samaan KAPE di krakatau steel gk?, aku mu teliti laju produksi biogas terhadap temperatur n faktor pengadukan..kalu kamu punya data-data tentang biogas tolong kirimin ke emael saya y tohers_17@yahoo.com

  23. Seperti yang sudah dituliskan di Artikel utama, bahwa pembentukan biogas padpenelitian saya kemaren dinyatakan dalam satuan Tekanan (N/m3) yaitu sebesar 3649,32 N/m2 itu adalah jumlah produksi biogas pada model dengan total volume 1,5 liter (menggunakan botol air mineral) dengan model digester tipe fix /tetap tanpa penambahan bahan harian…

  24. misi pak, mau minta tolongni.
    berhubung ak mau TA, mau mengambil tema tentang sampah rumah tangga dan bio gas.
    bisa gak pak saya minta data2 tentang berapa lama sampah RT dapat menjadi bio gas, trus perbandingan sampah dan besaran digester yang digunakan.

    kalo ada data2 tentang bio gas lain tolong kirimin ke juni_wicaksono@yahoo.com

    sebelumnya thx nih

  25. mutiah ani mr

    salam kenal,saya muti dari bogor,sekarang sedang menyusun TA terkait biogas juga..lebih mengamati terkait kondisi optimal untuk pembuatan biogas,parameter yang di analisis BOD,COD,VFA,TDS,C/N rasio,pH..saya mau tanya..ada tidak batas atau nilai optimum untuk parameter2 tersebut…kbanyakan literatur yang saya baca hanya nilai pH dan C/N rasio yang mpunyai batas optimim untuk produksi biogas..boleh juga mas jawabannya dikirim ke email mut_hamasah@yahoo.com terimakasih mas atas bantuannya…

  26. Mas, cara memperkirakan kandungan biogas sebelum fermentasi gimana? terima kasih sebelumnya

  27. ada ndak referensi ttg biodigester untuk limbah kelapa sawit ?
    minta tolong diinformasikan, bisa dengan contoh hasil penelitian yang ada… thx

  28. salam kenal mas..
    oke mas saya mahasiswa universitas syiah kuala banda aceh NAD sekarang saya lagi TA dengan judul pemamfaatan limbah cair tahu dan tempeuntuk pembuatan biogas..
    yang saya hipotesiskan yaitu pengaruh penambahan EM4 dan lama fermentasi,,
    1.yang ingin saya tanyakan berapa lama biogas tersebut dapat terbentuk..saya menggunakan bahan limbah cair sebanyak 20 liter dengan penambahan EM4 1% dengan kapasitas biodegister 35 liter.
    2.tolong dijelaskan lebih rinci tentang cara menghitung biogas dengan menggunakan metode manometer U
    3.yang dihitung atau dilihat suhu bahan atau suhu lingkungan sekitar..
    4. apakah bisa menggunakan biodedister yang kapasitasnyanya dibawah 35 liter..dan berapa lama dihasilkan biogas tersebut
    terima kasih mas..

  29. mas sigit,,nanti jawaban itu kirim k ak y,, j2sept@yahoo.com

  30. permisii, ada yg tau analisi VFA dgn cara titrasi??? nuwun

  31. mas, saya anak biologi. saya sedang skripsi yg mengambil judul “pemanfaatan limbah cair tahu menjadi biogas dengan penambahan lumpur aktif melalui proses fermentasi anaerob. saya bingung pembahasannya, secara yg saya lakukan itu g da hubungannya dengan biologi. gmn dunk?

  32. kalo boleh tau minta email ato no telp donk? karna saya tidak selalu online. makasih.

Leave a comment