Disclaimer: Postingan ini bukan membahas Es buah atau kolak (baca=Menu wajib untuk membatalkan puasa saat ramadhan yang sudah menjadi tradisi), tapi ini mengenai cerita dibalik tumpahnya kedua makanan diatas.
Jumat kemaren (12/09/08) bener-bener hari yang sulit, susah dilupakan dan akan menjadi pelajaran yang berharga,khususnya buat aku sendiri. bagaimana menjalani kehidupan dengan lebih baik, dan penuh pertimbangan dan tidak grusa grusu
Kamis malem pulang dari kantor sudah larut malam, bukan lembur tapi mencari sesuatu. Alhasil bisa istirahat baru pukul 1:30,karena diajak ngobrol tetangga kost yang masih hobby begadang.
Cukup Hanya Air Putih saja
Tidur yang terlampau telat berimbas pada telatnya bangun sahur, jam 04:00 kaget dan panik, mau sahur dah mepet banget, masih harus ngantri, nunggu dimasakin dan lainsebagainya,. Ok, kuputuskan untuk sahur dengan air putih saja, 5 gelas air putih untuk bekal menghadapi puasa hari ini.
Pak Dosenku sedang Syuting
hari ini aku berniat untuk menyerahkan sesuatu kepada Dosen. Alokasi waktu ke kampus adalah sekitar 1 jam, menemui 2 Dosen yang belum bisa aku temui sampai sekarang. Inti dari Pencarianku hari ini adalah Nihil, balum ketemu juga..inilah hal yang aku takutkan.
Sore Ini harus Pulang Karena nanti malem dapat Tugas
Tugas inilah yang sebenarnya berat, mulai dari waktu yang mepet, dan kesiapan ku untuk membawakan materinya. Karena terlanjur menyanggupi, maka aku berusaha untuk menepatinya. Sore ini aku harus pulang, dan seperti biasa aku harus nunggu adiku yang katanya masih ada acara rakorum ato apa gitu. Pulang dari kantor jam 15:30, perkiraan pailing lambat berangkat adalah sekitar jam 16:00, asumsi kemoloran persiapan adik. Sempat agak emosi juga nunggu adik yang ga bales sms, di telp ga dianggakat, setelah menunggu beberapa saat akhirnya berangkat juga pulang kerumah, namun dengan perasaan yang agak sedikit nggrudel, ini alasannya:
Aku belum menyatukan materi untuk tugas nanti malem
Aku masih harus menjoki perjalanan pulang sekitar 2,5 jam
Aku tidur semalem sekitar 3 jam (terpotong sahur)
Perjalanan memakan waktu 2,5 jam, harus cepet sampe dirumah untuk berbuka bareng keluarga.
Sahur air putihAlhamduliliah maish sempat sahur
Nah ini lah yang menjadi inti dari postinganku ini, bahwasannya memulai sesuatu dengan grusa-grusu dan gegabah akan memberikan hasilyang kurang memuaskan, bahkan mungkin akan merugikan dirikita sendiri.
Berangkat dengan agak tergesa-gesa sekitar pukul 16:05, perkiraan nanti tidak akan sempat buka puasa bareng keluarga. sebagai bahan untuk berbuka dijalan nanti pas sampe di Jalan Layang janti, aku sempat kan untuk membeli Kolak dan es buah dipedagang pinggir jalan seharga 4000 (@2000).
Tumpahnya Kolak dan Es buah
Perjalanan pulang lumayan ramai, mulai dari prambanan, klaten , wedi, bayat, cawas, dan sukoharjo. Ramainya perjalanan ini bisa dimaklumi karena rata2 orang menghabiskan waktu untuk ngabuburit dijalan raya, apalagi anak muda.
Perjalanan deangan kecepatan +- 60 -80 km/jam aku tempuh dengan sahabat baruku, kondisi sampai perjalanan berjalan seperti biasanya.Sampai di pertigaan wedi, ada shogun berjalan dengan kecepatan yang hampir sama dengan aku, nah yang agak membingunkan, motor ini berjalan ditengah jalan, apakah aku akan mendahuluinya lewat kanan atau kiri, sesuai dengan instingku aku ambil saja dari kanan sama seperti normalnya orang yang mendahului. dengan kecepatan yang lumayan kenceng (jalanan agak sepi). sesaat sebelum aku berhasil mendahuluinya tiba-tiba motor ini nyelenong kekanan dan Bruak ….krosak……..terjadilah tabrakan yang membuat dua motor jatuh ditengah jalan. Barang barang yang aku bawa berserakan di jalan, Es Buah dan Kolak itupun juga ikutan tumpah dijalan.
Sungguh sangat nyata sekali, motorku menghantam roda belakang motor orang itu. aku terjatuh, astagfirullahhaladzim..,yang pertama kali aku pikirkan adalah adiku yang bonceng aku dibelakang, ngeri juga pas keinget akan hal itu. Aku berusaha berdiri, ahh..ternyata lenganku, lutut dan pergelangan kaki memar karena tergores beton jalan, jaket marchingband yang biasa aku pake sobek dibagian punggung kanan dan lengannya.
Saat itu luka yang ada di badanku belum aku rasakan, aku berusaha untuk menguasai diri dan membantu adiku untuk bangun, kelihatannya adiku shock dengan kejadian barusan, kelihatan dari wajahnya yang agak panik. tapi syukurlah dia juga sudah bisa mengendalian diri, baru aku membangunkan sahabatku baruku yang juga banyak mengalami luka-luka.
Perasaan emosi ku sedang tidak stabil saat itu, kenapa dia tidak menyalakan sein kalau misalkan hendak belok kearah kanan, atau paling tidak melambaikan tangannya, agar pengendara dibelakangnya tidak mendahului dari kanan. Sempat juga muncul pikiran bengal ku untuk berantem apabila sampai orang ini minta aneh2, nyolot dan macem2. Aku ga peduli apakah orang itu preman ato apalah, tapi melihat galagat ku yang agak emosi itu, untunglah adiku menyadarkan bahwa saat ini sedang puasa, dan ini adalah cobaan, whusssss..sabar,kuurungkan niat jahatku..semoga puasaku pada hari itu tidak batal..
Aku hampiri orang itu, aku berkeinginan menanyakan bagimana keadaanya dan meminta klarifikasi. Sungguh diluar perkiraan ku sebelumnya, ternyata pengendara sepeda motor itu masih anak-anak, yah sekitar (smp lah), tapi dandanannya saja yang sudah seperti orang dewasa, jaket kulit dan celana jeans.
Aku mendahului membuka pembicaaraan dengan minta maaf dan menanyakan bagaimana keadaan beliaunya, dan aku tanyakan juga mengapa saat orang itu belok tidak menyalakan sein. Orang itu tertunduk dan dengan Polos menjawab”Maaf juga mas, saya yang salah, tadi sebenarnya saya pingin lurus, tapi teman saya menyarankan untuk belok kanan, dan saya tidak sempat untuk menyalakan reting” (dengan penyesuaian redaksi, tapi tidak mengubah isi), wah jawaban yang polos dari anak kecil.
Emosiku yang sebelumnya meluap-luap hilang seketika mendengar jawaban anak ini.
Setelah berembug dengan pemuda yang kebetulan jadi saksi mata, akhirnya kami berdamai dan aku dipersilakan untuk melanjutkan perjalanan pulang, huffhhh..suatu kejadian yang tidak terlupakan.
Trus gimana cerita Kolak dan Esbuahnya???
Ya itu tadi, karena kejadian kecelakaan itu esbuah da kolaknya tumpah dijalan…dan ga jadi buat buka puasa..
Related Posts
- No related posts found
Comments
Powered by Facebook Comments
Disclaimer: Postingan ini bukan membahas Es buah atau kolak (baca=Menu wajib untuk membatalkan puasa saat ramadhan yang sudah menjadi tradisi), tapi ini mengenai cerita dibalik tumpahnya kedua makanan diatas.
wah, kasian dong engga jadi buka pake es buah ma kolaknya…
tapi semuanya jadi lancar kalo kita nyelesain masalah dengan kepala dingin kan…
hhmmm.. ternyata loe emang sabar juga ya men..
, kalo aku mungkin udah bakal lain lagi ceritanya
, btw adikmu luka juga?
ini intinya nyrita’in motor barumu yang jatuh kan … ??!! …
Gpp, emang motor baru harus jatuh minimla 1 kali kok …
uhmm,,
iyo dirimu sabar tenan,,
ternyata motor baru,, ^o^v,,
hohohoho lucu
gara2 judulnya es buah & kolak ….. jd nungguin mana es buah ma kolaknya. ternyata bkn inti ceritanya.hehheehehe. emg hrs sabar. salut deh buat dirimu..buat adekmu jg. di ambil himahnya ajah