Hukum kekekalan massa dalam kehidupan nyata…

Ini adalah sedikit cerita nyata yang bersumber dari Pak Suryanto, staff pengajar di Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM. Beliau menceritakan pengalaman rekannya (lupa namanya..D’oh…) yang juga mengkisahkan mengenai judul diatas “Kekekalan Energi”. jadi begini ceritanya..(Maaf Gan, kalau repost!)

Manuasia membutuhkan energi untuk melakukan kegiatan dan aktivitas, demikianhalnya aktivitas yang dilakukan manusia akan menghasilkan energi juga, yang berbeda hanyalah bentuk energi yang dihasilkan, sesuai dengan hukum termodinamika I yang disebutkan di wikipedia:

“Energi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain tapi tidak bisa diciptakan ataupun dimusnahkan (konversi energi)”.

Cerita ini mengenai kehidupan seorang yang selalu ikhlas dalam mengejakan segala sesuatu, tidak memikirkan apa imbalan atau gaji yang akan diperolehnya. belau bekerja sebagai tukang sapu yang bertugas menyapu halaman sebuah sekolah, beliau mengejakan pekerjaan hariannya dengan penuh sungguh-sungguh, tidak hanya menyapu saja, jika masih ada waktu longgar beliau juga mengerjakan pekerjaan lain walapun bukan menjadi tugasnya dan tidak akan memperoleh imbalan dari pekerjaan itu. Setiap hari rutinitas itu dilaluinya dengan senang hati dan penuh semangat. ternyata atasannya melihat hasil kerja dari bapak ini, dan kemudian menawarkan untuk kerja sebagai pustakawan, dengan syarat mau belajar terlebih dahulu, sungguh suatu tawaran yang jarang ditemui untuk seorang tukang sapu..beliau menyanggupi dan bersedia belajar walapun memang belum dibayar sesuai dengan posisi yang seharusnya.

Kerja keras dan usaha dari Bapak sebagai pustakawan ini membuat beliau terkenal sering dimintai tolong Guru untuk mencarikan literatur2 untuk penelitian. Selain mencarikan buku yang dimaksud, beliau juga sekalian mencarikan buku lain yang kiranya berkaitan dan sekiranya akan bermanfaat bagi yang meminjam. Suatu saat bapak ini ditawri untuk nyambi sekolah lagi disela waktunya..beliau bersedia dan berusaha memanfaatkankesempatan tersebut, singkat cerita..bapaknya itu sekarang sudah menyelesaikan sekolah s2 dan menjadi pengajar dibidang administrasi perpustakaan disuatu universitas di jogja..

Kagum juga mendengar cerita dari bapak ini, usaha keras yang akhirnya membuahkan hasil di masa depannya. Memang teorinya mudah namun kita sering nggrundel apabila kerjaan kita tidak dihargai sesuai dengan usaha yang dilakukan atau gaji yang dibayar jauh lebih rendah dari yang seharusnya diterima…Nah berdasarkan cerita dari bapak itu, beliau percaya adanya hukum kekelan energi akan berlaku di kehidupannya..dimana energi yang dia keluarkan, suatu saat nanti akan diterimanya kembali dalam suatu bentuk yang lain, jadi jangan kuwatir bagi anda yang misalkan seharusnya digaji 5 juta perbulan namun hanya menerima 700ribu, misalkan seperti itu, lebih besar cadangan energi yang kita simpan untuk masa depan (5 juta – 700rb = 4.300.000 perbulan)….he he he he..tidak semutlak itu sih..hanya sebagai bahan untuk menyemangati diri sendiri, bahwa setiap usaha yang dilakukan tidak ada yang sia-sia..pasti ada manfaatnya…suatu saat kelak…

Related Posts

    No related posts found

Comments

Powered by Facebook Comments

6 comments

  1. Ceritanya inspiratif sekali, wah jadi tambah motivasi kerjanya, Terimakasih mas.

  2. kok mirip cerita temen kuliahku…..
    dulu jadi tukang sapu di BRI, trus ditawari sekolah S1 dan sekarang sudah lulus S2nya

  3. hmmmm…….good….acih sngad….dah membantu,artikel u lumayan.

  4. iyya yah

  5. kenapa ko’ada penambahan massa pada penbakaran magnesium…???

  6. chichi sabathini

    Good story…. Let me copas yaa.. :D

Leave a comment