Membaca postingan pak Okto tentang cerita kejamnya jakarta, eh ..tidak separah itu, …”kecopetan henpon” lebih tepatnya. Kasusnya sama yaitu di busway Jakarta. Cerita ini juga akan sedikit curhat betapa sedihnya kehilangan henpon itu.
Kisahnya diumulai dari adanya interview INPEX di jakarta pada tanggal 7 Januari 2010 kemaren, interview tepatnya di gedung mid plaza, Jalan Sudirman, saya sendiri belum tahu persis tempatnya namun berbekal google maps dan nekat, berangkat juga ke tempat tujuan sambil ngebackpack. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari google dan teman-teman maka perjalanan menggunakan kereta + buswae dengan estimasi dana yang cukup terjangkau. Perjalanana berangkat dengan kereta Bima dari Stasiun Tugu menuju stasiun Gambir, perjalanan berangkat malam dan sampai di gambir pada pagi harinya. Setelah itu dilanjutkan dengan perjalanan Buswae sesuai rencana.
Waktu menunggu & Interview
Jadwal Interview adalah jam 13:30, dan waktu itu tiba dilokasi teryata masih menunjukkan pukul 09:00 pagi, jadi masih ada waktu untuk mempersiapkan semuanya. Susahnya di jakarta yaitu susah mencari masjid diantara gedung-gedung tinggi itu, harapannya mendapatkan tempat singgah sampai dengan waktu interview. Alhasil nekat saja masuk langsung dan menunggu di tempat interview, alhamdulilah bapak-bapak keamanannya baik hati dan welcome dengan memberikan sambutan yang baik pada mahasiswa yang nggembel mengunggu waktu interview ini.
Interview dimulai setelah jam 13:30 dan alhamdulilah dapat menyampaikan ide dan plan walaupun sampai saat ini hasil akhir dari seleksinya menyatakan bahwa saya belum berhasil mendapatkan kesempatan di INPEX itu tahun ini
*sedihnya jadi cadangan*. Interview selesai pada pukul 14:30 dan saatnya kembali ke Jogja, menunggu sampai dengan jadwal kereta bisnis Senja Utama pukul 19:00, wah kembali menggembel lagi ini..Namun setelah interview, kenal dengan teman senasib yang juga harus kembali ke rumahnya, beliau dosen di Unair Surabaya, bedanya beliau naik pesawat untuk balik sore itu, kami menunggu waktu balik dengan sharing pengalaman di suatu masjid setelah ashar sampai pukul 17:00. Kami memisahkan diri sesuai rute masing-masing di jalan sudirman, beliau naik taksi, saya lanjut naik Buswae.
Hilangnya Hengpon di Buswae
Estmasi waktu sekitar 45 menit sampai satu jam untuk sampai di stasiun Senen menggunakan buswae. Suasana perjalanan biasa saja, sama seperti pas berangkat seperti biasa saya menggunakan google maps untuk panduan navigasi, saya beneran belum tahu lokasi dan trayek di jakarta jadi selain bertanya, hp itulah yang digunakan sebagai navigator.
Pas sampai di shelter pasar tanah abang, saya ngecek lokasi dan jarak ke stasiun senen dan benar disinilah saya harus turun. Tas saya taruh di dada dan tangan kanan menggengam hp dengan sedekap siap turun di shelter. Berjalan keluar buswae sepertinya biasa saja dan astaghfirullah…..Mana hpku..sambil meraba saku kanan dan saku tas…, aku kebinungan mencari hpku satu-satunya itu diantara orang yang bergerombol keluar dari buswae
Investigasi
Seketika itu juga lalu melaporan pada keamanan buswae, bus yang sebelumnya saya tumpangi diminta mundur lagi ke shelter dan tim keamanan masuk untuk memeriksa semua penumpang, No HP di call dan ternyata masih aktif, kemungkinan masih ada di dalam bus. Investigasi dilakukan oleh tim keamanan sejumlah 5 orang, mereka memeriksa setiap penumpang yang turun di shelter buswae, perjalanan investigasi sampai pukul 18:30 dan sampai di pulo gadung, shelter ini semakin jauh dari stasiun senen, dimana saya harus balik ke jogja pada pukul 19:00. Akhirnya saya memilih untuk kembali ke stasiun saja dan meneruskan perjalanan pulang ke jogja, memang susah juga seperti mencari jarum dalam sekam, mungkin saja pelaku yang mengambil henpon itu adalah orang yang besama keluar pas di busawe pertama.. banyak sekali kemungkinan..
Pelajaran yang dapat saya diambil
Lebih berhati-hati dalam segala hal.
tidak akan mengeluarkan HP di tempat umum, kecuali terpaksa, akan lebih baik menggunakan hp yang biasa saja (tidak mencolok) selama perjalanan.
Lebih waspada
Related Posts
- No related posts found
Comments
Powered by Facebook Comments
ohh…ini to ceritanya lebih jelas…
kasian dirimu mas…
aku aja di buswae ati2 banget ngeluarin HP, kalo bisa malah ga ngeluarin sama sekali…
*kok baru tw ceritanya ya,,padahal dah lama juga to?* hehehhe