Selamat menikmati masa purna tugas Pak Wid…

Pak Widodo, saat Kerja Bakti di KP4 Brebah

Pak Widodo, sosok bapak yang sederhana, santun, baik hati dan mengayomi, itu sedikit yang bisa saya sampaikan mengenai beliau, mulai tanggal 1 April ini beliau sudah tidak lagi mengajar secara rutin di Jurusan Teknik Pertanian, karena secara administratif sudah purnatugas atau pensiun, dengan berat hati pula laboratorium kami melepaskan satu lagi anggota terbaiknya untuk menjalani masa pensiun, semoga beliau selalu mendapatkan rahmat dari Alloh untuk menjalani hari-hari.

Saya kenal dengan Pak Wid, begitu panggilan akrab beliau, sebagai dosen pembimbing akademik, kala itu pertama kali bimbingan krs dengan teman seangkatan Indra Bayu Ardiansyah dan Athirah, pertama kal beliau memberikan pesan untuk bertemu bertiga bersama-sama dan sambil mengakrabkan antara satu dengan yang lain, namun kala itu tidak sempat untuk bertemu berempat secara bersamaan, selalu ada saja yang ada keperluan, sehingga tidak bisa bertemu bersama-sama. Akhirnya saya sendirian memberanikan diri untuk menghadap dosen pembimbing akademik, menurut informasi dari teman-teman yang mengurus krs dengan DPA, dosen biasanya susah ditemui, kalaupun ingin bertemu harus membuat janji dahulu, terbayang juga karena pas hari pertama ke ruangan beliau pintu ruangan selalu tertutup, akhirnya pada hari kamis saya dapat bertemu dengan Dosen pembbimbing akademik saya, Pak Widodo, diruangan beliau yang berada di lantai 3.

Senyum ramah dosen wali,…
Pertama kali bertemu beliau kesan pertama adalah tenteram dengan senyum ramah beliau memeprsilakan saya, mahasiswa baru untuk duduk dan berkenalan, ramah dan baik ..itu kesan pertama saat bertemu dengan beliau, saya menceritakan latar belakang keluraga saya, bapak dan ibu saya yang berprofesi sebagai guru sd dan lain sebagainya, selain mendapatkan petuah dan pelajaran hidup, beliau juga mengajarkan untuk selalu untuk tidak lupa berdoa dan shalat malam kepada Alloh, berbakti pada orang tua dan selalu berbuat baik serta selalu jujur.

“Hidup manusia itu sepenuhnya diatur oleh Alloh, maka dari itu kita harus senantiasa beribadah dan berdoa kepada Alloh agar dimudahkan dalam beribadah didunia untuk mencari bekal hidup diakhirat kelak”

kalimat itu yang masih saya ingat selalu, kaliamat yag beliau sampaikan pada saat bimbingan krs, untuk selalu berserah kepada Alloh dan berikhtiar, karena hanya Alloh satu-satunya tempat memohon pertolongan dan yang mengatur kehidupan kita, jika meminta dengan segenap hati dan bersungguh-sungguh pasti Alloh akan memberikan yang terbaik.

Masalah Jodoh dan Rejeki
Selain memberikan bimbingan krs untuk akademik, beliau juga sering menanyakan bagaimana kehidupan keseharian, khusunya yang paling mengejutkan saat itu adalah “Gimana Mas, kabar pacarnya sehat sehat saja kan?”, *gubrak* sentak saya tidak bisa menjawab pertanyaan itu, hanya senyum senyum saja, dan kemudian beliau mengerti maksud saya dan kembali memberikan masukan mengenai hal itu, bahwasanya jodoh dan rejeki dan maut sudah diatur oleh Alloh, jauh sebelum kita dilahirkan.

Selama menyelesaikan tugas akhir, saya sering berkonsultasi dengan beliau baik mengenai permasalahan akademik maupun pribadi, sampai adanya tawaran peluang magang dosen di jurusan ini, beliau menyarankan untuk ikut mencoba peluang ini,

“Menjadi guru adalah peluang untuk berbuat kebaikan dan itu adalah ladang amal, memberikan ilmu yang bermanfaat dan menjadi sumber ilmu, masalah gaji memang tidak seberapa tapi insya Alloh rejeki itu sudah ada yang mengatur, saya bisa cukup dengan gaji pns saya tanpa harus mroyek, dan dapat menyekolahkan anak-anak saya dengan gaji tersebut, Alloh sudah mengatur semua itu untuk saya dan keluarga saya”

sepenggal kalimat yang beliau sampaikan pada saat itu, memberikan semangat dan mengajak untuk selalu mendekatkan diri pada Alloh. sampai akhirnya saya lulus dan ikut mencoba di peluang dosen magang tersebut, alhamdulilah saya diberikan kesempatan untuk belajar dan ingin seperti yang Pak Wid pernah sarankan.

Kesempatan mendampingi saat mengajar
Hal yang tidak terduga juga, saya mendapatkan kesempatan yang sungguh menurut saya sesuatu yang wah.saya mendapat tugas untuk mendampingi Pak Wid mengajar di matakuliah Rancangbagun Mesin Pertanian sebelum beliau pensiun. Banyak hal yang beliau sampaikan pada saat perkuliahan selain akademik juga spiritual, sharing pengalaman beliau dikala masih mahasiswa dan beberapa pengalaman yang memberikan inspirasi pada mahasiswa , sayang sekali mendampingi beliau hanya satu semester dan terasa sangat singkat, pengalaman mangajar pertama kali saya saya tuliskan dipostingan sebelumnya.

Sosok sederhana dan Istiqamah
Sedikit yang dapat saya pelajari dari beliau, dan puncanya kemaren sewaktu pelepasan purna tugas, yang biasanya dosen purna selalu menyampaikan orasi ilmiah mengenai ilmu keahliannya dan pengalaman penelitian, namun seuatu hal beliau sampaikan adalah

“Saya hanya guru biasa, tidak ada yang dapat saya banggakan”

meskipun demikian, setelah mendengar kesan dan pesan dari rekan sejawat dosen, dan bebeapa bimbingan beliau yang juga menjadi dosen, beliau sosok yang luar biasa, sabar, jujur dan istiqamah terhadap agama, tidak menerima yang bukan menjadi haknya, *misalkan mengenai proyek, itu yang disampaikan sebagai kesan kepada beliau yang ternyata beberapa dosen Teknik Pertanian sekarang ini pernah menjadi bimbingan beliau,

Berat memang rasanya melepas beliau, secara administratif beliau purna namun keilmuan dan keahlian beilau masih dibuthkan dijurusan ini, beliau berpesan jika membutuhkan apa-apa dipersilakan datang ke rumah beliau, banyak sekali yang dapat dipelajari dan di ambil dari petuah dan nasihat beliau, saya secara pribadi merasa beruntung pernah menjadi mahasiswa bimbingan beliau dan banyak mendapatkan nasihat-nasihat yang membantu pada masa-masa sulit semasa kuliah.

Semoga Pak Wid dan keluarga selalu diberikan kesehatan dan rahmat dari Alloh untuk menikmati masa purna tugas dan dapat selalu membimbing kami-kami yang muda, Terimakasih Pak Wid,

Foto Bersama saat di PT. Sang Hyang Seri Perseo Sukamandi

Foto Bersama saat di PT. Sang Hyang Seri Sukamandi

Related Posts

    No related posts found

Facebook Comments

comments

Powered by Facebook Comments